Sep 8, 2011

Antenatal Ibu Hamil
Smart Nurse - Pemeriksaan fisik pada ibu hamil perlu dilakukan untuk memantau kondisi ibu hamil dan kesejahteraan janin. Skrining dini terhadap kelainan pada ibu hamil dan janin dapat juga dilakukan melalui pemeriksaan fisik sehingga penanganan dapat dilaksanakan segera untuk meminimalkan komplikasi.  Sebelum membahas materi tentang Pemeriksaan Antenatal Pada Ibu Hamil, tidak ada salahnya dapat di buka juga artikel tentang Kehamilan dan Seksualitas bisa di klik di sini, Hiperemesis Gravidarum klik di sini.
Pemeriksaan Umum
· Keadaan umum
Kaji kondisi ibu secara umum, apakah ibu merasa kelelahan atau ibu dalam keadaan segar. Hal ini akan mempengaruhi penerimaan ibu terhadap kehamilannya dan persiapan ibu untuk melahirkan serta pengasuhan bayi.

· Tanda-tanda vital
Kaji tekanan darah, nadi, pernapasan dan suhu ibu. Nadi dan suhu di atas normal menunjukkan adanya infeksi. Tekanan darah meningkat diatas 140/90 mmHg menunjukkan adanya hipertensi dalam kehamilan (preklamsia) dan harus mendapatkan tindakan untuk mencegah menjadi eklamsia.

· Antopometri
a. Berat badan dan tinggi badan


b. Lingkar lengan atas (LILA)


c. Pelvimetri
Pelvimetri merupakan pengukuran pada panggul menggunakan jangka panggul, meliputi:
- Distansia spinarum

- Distansia kristarum

- Konjugata eksterna

- Lingkar panggul luar


d. Kepala dan wajah
- Mata

- Hidung

- Telinga

- Mulut dan gigi


e. Leher
Kaji adanya pembesaran kelenjar limfe di bawah telinga dan pembesaran kelenjar tiroid. Kelenjar limfe yang membesar menunjukkan adanya infeksi, ditunjang dengan tanda yang lain, seperti: hipertermi, nyeri, bengkak.


f. Payudara
- Kesan umum
Kaji bentuk payudara, apakah payudara simetris antara kiri dan kanan. Apakah terjadi hiperpigmentasi areola. Dengan palpasi dapat ditentukan apakah terdapat nodul yang abnormal. Saat palpasi, naikkan tangan di atas kepala supaya payudara kencang dan hasil pemeriksaan lebih akurat.
- Putting susu
Kaji apakah ASI atau kolostrum sudah keluar dengan memencet areola mamae ibu. Kaji juga kebersihan putting.

g. Abdomen
- Keadaan
Kaji apakah terdapat striae dan linea nigra atau bekas luka.
- Palpasi abdomen menggunakan metoda Leopold I – IV
- Braxton hicks
Braxton hicks adalah kontraksi palsu yang disebabkan karena manipulasi pada uterus. Jika pemeriksa tidak menemukan Braxton hicks saat palpasi abdomen, maka bisa ditanyakan pada klien apakah klien sering mengalami kontraksi atau kenceng-kenceng.
- Pergerakan janin
Pergerakan janin bisa ditanyakan pada klien untuk mengetahui kesejahteraan janin. Rentang pergerakan janin antara 8 – 12 kali dalam 24 jam.


h. Urogenital
Kaji kondisi urogenital, meliputi kebersihan, pengeluaran seperti lender atau keputihan. Rektum juga dikaji apakah terdapat hemoroid, hemoroid derajat 1 normal untuk ibu hamil. Gunakan sarung tangan untuk mengkaji urogenital untuk perlindungan pemeriksa. Posisi sims memudahkan dalam mengkaji rektum.

i. Ekstremitas Kaji apakah ada varies, edema tungkai dan refleks patella. Varises dan edema terjadi karena terdapat gangguan sirkulasi dari ekstremitas bawah menuju jantung akibat dari penekanan uterus terhadap vena femoralis sehingga alir darah balik ke vena cava inferior terhambat dan terbentuk bendungan di vena bawah. 

Pemeriksaan Penunjang
1. Tes urine
a. Tes kehamilan (HCG): untuk memastikan kehamilan
b. Protein: untuk menemukan penyakit ginjal dan pre eklamsi
c. Glukosa: untuk menemukan penyakit diabetes gestasional
d. Spesimen mid-stream
e. Tes toleransi glukosa: untuk menyingkirkan kemungkinan diabetes
f. Pengumpulan esteriol: untuk menilai fungsi plasenta dan kesehatan janin


2. Tes darah
a. Golongan darah dan pH: untuk mengetahui golongan darah dan pH, penting pada kasus yang memerlukan transfusi segera
b. Hb: untuk menyingkirkan kemungkinan anemia
c. Titer antibody rubella: untuk memastikan status kekebalan
d. VDRL: untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit sifilis
e. Kadar stetriol serum: untuk memeriksa fungsi plasenta

3. Pemeriksaan swab
a. Sediaan apus serviks, yang biasa digunakan adalah Pap Smear : untuk menyingkirkan kemungkinan keganasan serviks
b. Sediaan apus vagina: untuk menyingkirkan kemungkinan gonore serta infeksi streptokokus

4. Radiologi
a. USG: untuk membuktikan kehamilan, usia kehamilan dan ukuran plasenta dan lokasinya, kemungkinan bayi kembar serta beberapa abnormalitas
b. Amnioskopi : Amnioskopi, melihat derajat kekeruhan air ketuban, menurut warnanya karena dikeruhi mekonium.
c. Amniosintesis adalah tes untuk memeriksa cairan yang ada di sekitar janin. 
d. Rontgen: untuk mengetahui letak bokong, luas panggul 
 
Nah, lebih lengkapnya dapat di download pada Link di bawah ini :
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan Meninggalkan Komentar di Bawah ini

About Me

My photo

Tahun 2004 tamat SMA I di Blora Jawa Tengah

Tahun 2008 tamat S1 Keperawatan di Universitas Diponegoro Semarang

Tahun 2009 tamat Profesi Ners di Universitas Diponegoro Semarang

Tahun 2010 mulai bekerja di RSU Negara - sekarang

Translate

Artikel Terbaru

Artikel Posts

Popular Posts